Pages

Senin, 21 Juli 2014

Just Look From Other Side part II

Tidak ada permasalahan yang tidak bisa terselesaikan, yang ada adalah kita sendiri yang merasa kalau permasalahan kita belum terselesaikan. Jawabannya simple banget just look from other side. Buka mata kamu, gunakan akal fikir kamu dan lakukan segera perbuatan yang problem solving karena hanya itu yang bisa menyelesaikan masalah.

Jangan pernah sekali-kali kamu memutuskan perkara disaat kamu dalam emosi yang tinggi, jangan sesekali kamu mengambil tindakan ceroboh saat syetan memenuhi akal fikiran kamu, karena apa? karena hasil keputusan kamu tidak akan menghasilkan keputusan yang baik, yang ada kamu hanya akan menambah masalah.

So, don't be afraid with problem karena itu tantangan dari Tuhan bagi kaumnya. Itu adalah ujian dari sang pencipta untuk hambanya yang kuat. Itu penghargaan untuk hambanya yang sudah berhasil memangkas ego dari dalam jiwanya, yang mampu mengusir sifat syaitan dalam dirinya,, yang mampu melihat permasalahan sebagai emas, yang penting itu yang mampu mengikis dan menghapus semua permasalahan dengan kerja nyata. Kerja nyata sebagai pengakuan akan berhasilnya mengalahkan diri sendiri.

Sekali lagi selamat karena telah melihat permasalahan sebagai Emas. Puji Tuhan Semesta Alam karena engkau masih memberikanku malaikat-malaikat penolong jiwa yang lemah, sehingga membuat kekuatan baru dalam menaungi perjalanan hidup ini.

Minggu, 13 Juli 2014

"Don't judge the book from the cover"

Masih ingatkah dengan pepatah yang mengatakan, "don't judge the book from the cover". Yupz, di dunia yang hanya sementara ini banyak sekali orang yang menilai seseorang hanya dari covernya saja tanpa memperdulikan nilai from the inside. I don't know why mereka masih seperti itu meskipun mereka sudah dewasa, sudah berkemanusiaan tapi masih tetap seperti itu.

"Kutu diseberang pulau nampak, gajah di depan mata tidak nampak". Sebagai manusia yang terlahir sebagai makhluk sosial memang kita diwajibkan untuk saling membantu antar sesama. Namun saat kamu aware sama orang yang diseberang pulau, daripada yang didepan mata, pantaskah itu??

"Anak kemarin yang masih bau kencur" kata itu yang sering aku terima. Tak tahu kenapa aku sering ciut nyali saat harus menghadapinya sendiri. I miss U Friends yang selalu membakarku.

Tuhan itu maha adil, Dia tidak akan menguji manusia diluar batas kemampuan manusia. Ujian yang didapat manusia adalah sebagai bahan apakah manusia ini tetap konsis atau akan menjauh dari sistem. Mau naik kelas saja pakai ujian, berati setiap manusia itu mengalami ujian, baik secara fisik, dan mental.

Kita harus kuat dengan semua itu, kita harus mampu menghadapinya. Ibarat kita berada didalam kapal yang berusaha melawan badai yang menerjang. Kapal sebagai rumah kita yang harus kita jaga agar tidak mudah tercampur polusi-polusi yang akan membuat kita termakan oleh virusnya.


Senin, 23 Juni 2014

Pantai Masceti

Pantai Masceti berada di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar - Bali. Pantai ini adalah yang pertama aku injak saat aku di Bali. Yahh ombaknya yang besar bergulung-gulung, anginnya yang sangat kencang membuat saya terpesona dengan pantai ini. Ditambah lagi suasana pantai yang masih alami, ehhhmm indah banget ciptaan Tuhan. Selain Pantainya yang indah, penduduknya juga rama-rama lhooo. . . mulai Pak Gundul (penjaga parkir), Bu Agung (penjual tipat), bung Sugata (juru kunci pantai Masceti), Bu Jero (yang pintar ngeramal) dan para ibu, bapak pencari batu disekitar pantai.

Kenapa aku, sangat kenal dengan warga setempat? karena aku sering singgah di kantor kesekretariatan yang ada persis di area pantai. Yahh, kantor ini tempatku belajar dan mengajar. Kantor ini seperti rumah keduaku lahh, . 


Aku juga sering mencari inspirasi di pantai, bahkan sering menulis di pantai. Pernah juga aku membuang semua diary kisahku tentang dia di pantai ini, hahah lucu sekali. Aku juga pernah ketemu bule yang menyadarkan aku tentang betapa indahnya perjuangan, apalaagi berjuang dalam hobby yang kita suka (thanks sir, how are you today?), aku juga bertemu ibu Jero yang sempat meramalku (ramalannya sedikit benar sihh, :)), aku juga sering belajar bahasa Bali dengan bu Agung waktu beli tipat, dan yang tidak kalahnya adalah aku sering mendapat petuah-petuah dari bung Sugata, beliau adalah orang baik asli Bali yang pernah ku kenal. Petuahnya bagus-bagus, sikap tegasnya itulho yang aku suka. Satu lagi yang hampir terlupa, awal mula aku bertemu dia di pantai ini juga, hahaha siapa dia? dia adalah cowok yang memakai baju warna merah lagi melamun di pantai (sudah sudah lupakan saja).

Hobby potret-potretku juga banyak aku ambil dari pantai ini, silahkan cek di akun instagram saya yaa, heheh (numpang promosi) akun instagram :))) tapi sebagian akan saya share juga di blog tercinta saya ini, cekidot :DD

<<<<<<<Suasana pagi di Pantai Masceti (kalau kurang bagus karena gadgetnya kurang canggih heheh), tapi benerran bagus kalau sunrise apalgi kalau lagi cerah.

 Kalau ini waktu lagi surut pantainya, dasar lautnya kelihatan yaaa, di pantai ini banyak batu karangnya jadi kurang cocok kalau buat para peselancar, pernah ada bule yang main selancar, pulang-pulang badannya luka semua *kasihan :( . Dan yang kelihatan di belakang sendiri itu adalah Nusa Penida, pulau kecil yang sangat indah mempesona *pengen banget kesana. photo by +Saskia Chandra 

>>>>>> Pantai ini juga menjadi mata pencaharian warga sekitar, lihat saja foto itu, warga sedang mencari batu di sekitar pantai. Kadang mencari batunya saat panas-panasnya matahari, yahh itulah kehidupan ada pengorbanan dalam setiap usaha. photo by @saskia
Kalau ini di Gedung Angsasari, numpang narsis yaaa :))>









>>>> kalau ini foto teman saya yang paling narsis n eksis, namanya ada di keterangan photo. Ini diambil disalah satu sudut gedung Angsasari. photo by +Saskia Chandra 

^^^Ini photo pertama saya waktu di Pantai Masceti, ombaknya lhooo sumpahhh bikin takut :))) 

dan terakhir inilah keluarga saya (saya yang tengah) dengan segala kisah hidup dan kehidupannnya.^^_^^

Sabtu, 21 Juni 2014

Just Look from Other Side

Bagaimanapun meraka tetap kedua orangtuaku, bagaimanakupun mereka adalah panutanku, bagaimanapun mereka yang telah membuatku ada di dunia ini. Aku tak menyesal terlahir dari keluarga ini, aku tak menyesal menjadi anak terakhir dengan segala ujian yang aku terima, aku tak menyesal kalau akhirnya aku yang menanggung semua beban penderitaan yang terlampau amat sangat menyakitkan.

Aku berusaha agar aku tidak seperti kakakku yang terlalu sayangnya sampai meninggalkan begitu saja maslah ini, aku berusaha agar ayah dan bundaku tetap harmonis meskipun aku sendiri terkadang meminta untuk berpisah, aku berusaha agar aku bisa membantu ayahku dalam merubah tabiat batunya menjadi tabiat air yang selalu mengaliri sawah petani, aku berusaha agar bundaku selalu tersenyum gembira tanpa adanya airmata.

Mungkin banyak yang memandang orangtuaku lemah, memandang orangtuaku tak berkarya nyata, memandang orangtuaku layaknya daun yang berguguran, tapi aku tekankan jangan sekali-kali berkata tentang pandangan kalian ke orangtuaku di depanku, karena aku akan geram aku akan marah sekali, karena aku tekankan lagi mereka adalah orangtuaku, bagaimanapun juga dengan segala pandangan kalian.

Home Sweet Home

Ujian dalam hidup terus aku alami. tak tahu kenapa ujian kali ini terasa begitu berat, dari ke-3 kakakku rasanya aku yang paling merasakan ujian berat ini. Ujian berat ini ujian dalam keluargaku, aku masih bingung mencari cari apa yang bisa membuat keluargaku bisa benar-benar harmonis. Sejak aku kelas 7 sekitar tahun 2006 yang lalu, keluargaku rasanya berada diujung pintu keluar. Banyak yang mengira baik-baik dalam keluargaku, namun maafkan kami masih memakai topeng, kami belum bisa berbagi secara gamblang tentang apa yang kami rasakan. Kami masih tertutup dengan apa yang kami alami. Karena kami merasa kami bisa mengatasi ini semua.

Tapi ternyata, setelah sekian lama kita jalani, ternyata belum ada hasil maksimal yang kami dapatkan. Pelaksanaanya masih jauh dari kata memuaskan, hanyalah membuang waktu, tenaga, dan fikiran. Semua pihak masih belum menyatu, masih kekeh dengan apa yang dipegang masing-masing. Yahh itu yang membuat aku sedih menerima kenyataan pahit itu. Air mata, sering tertumpah karena ketidakharmonisan itu. Rasa iri dengan keluarga lain sering hinggap dibenakku, tapi ada daya aku tidak bisa berbuat banyak, keluarga masih melihatku sebagai gadis kecil yang masih bau kencur, belum tahu banyak dunia, hal itu yang membuat keluarga dengan enaknya menyakiti fikiranku.

Hanya kata maaf yang bisa aku lontarkan apabila aku membuat kesalahan terhadap keluarga. Aku merasa masih jauh dari kata sempurna, aku masih sering merepotkan keluarga, membuat mereka kurang bangga kepadaku, namun aku telah berupaya sebisaku, tapi keadaan tidak
harmonis itu yang membuat aku up down, tidak kuat dengan perasaanku sendiri, lebih banyak takut, beda dengan kondisiku sebelum tahun itu. Kadang aku merasa kangen dengan aku yang berprestasi, aku yang tegar, aku yang kuat, aku yang selalu semangat, aku yang sopan, aku yang lugu.

Kini, aku menyadari betapa aku hanyalah setitik debu yang bisa hancur tertiup angin, aku hanya segelintir cerita usang yang siap dibuang, aku hanyalah kain lusuh yang sudah tidak menyenangkan pemakainya. Tapi aku masih punya duri yang siap aku gunakan untuk melawan semua sifat egoku, dan duriku akan selalu aku jaga, agar tidak sembarangan menggunakannya, karena aku sudah melewati rentan waktu yang cukup lama, aku tak mau hal lalu terulang kembali. Persetan dengan apa yang terjadi, persetan dengan semua kata orang, persetan dengan caci makian kalian, persetan dengan sudut pandang kalian.

Kini dengan niat berkobar di jiwa, aku tak ingin keluargaku keluar dari pintu keharmonisan, meskipun aku cewek yang banyak bilang aku lemah, aku akan membuktikan kalau dengan kita bersatu padu, dengan kita turun tangan bersama, dengan kita tidak mementingkan ego masing-masing aku yakin kita akan menjadikan kelaurga ini menjadi keluarga harmoni yang penuh dengan cinta kasih, dan rasa salaing hormat menghormati seperti sediakalanya.

Kamis, 19 Juni 2014

Keluarga Dewata

Inilah keluarga baru saya di Pulau Dewata. Banyak hal yang sudah saya alami dengan mereka, susah, senang, marah, bahagia semua tertumpah dalam satu nama yaitu keluarga.

 

 <<< Salah satu Fasilitator di kelas sayaa dulu, namanya ada di keterangan photo. Fasilitator ini menajdi salah satu fasilitator favorit teman-teman saya, apalgi teman cewek saya. I don't know why?? teman saya bisa sangat serius kalau ada jam pelajaran "si sempai" satu ini. Banyak bidang yang dia kuasai, mulai karate, editing video. Ampuun dahh kalau waktunya karate pulang-pulang badan saya sakit semua, heheh peace sempai. editing videonya sumpahh bagus bangettt (karna saya ndak bisaa) tapi kalau editing photo dia masih kalah sama sayaa :DDD>>>>>


<<<<<< Kalau yang disebelah kanan saya itu namanya Ratih Yosmikha, dia anak pertama dari 3 bersaudara (untuk saat ini). Sebelah kiri saya Syinta Martariansari Kusumastutik anak terakhir dari 3 bersaudara. Mereka berdua ini sangat suka ama karate, tidak sama dengan saya. Mereka berdua mempunyai minat yang berbeda-beda tapi satu yang sama mereka suka masak dan macak #dandan, hehehe. Saat diperantauan awal mereka berdua adalah teman, keluarga saya.>>>>>







Mereka adalah anak-anak Sekolah Berbasis Rumah yang menjadi tanggung jawab saya saat ini dalam mengawal pendidikan mereka. Banyak hal baru yang saya dapat saat bersama saya, mulai tryal error pola pendidikan, samapai saat ini mereka bisa sedikit mandiri dengan minat dan bakat yang mereka punya. Saat ini kami bersama-sama bergandengan tangan, memaksimalkan kinerja agar anak-anak Sekolah Berbasis Rumah ini menjadi anak-anak Generasi Unggulan nantinya.
Dan inilah kami keluarga dewata, bersatu dengan segala perbedaan, suku, marga, dan kasta. Saya berharap kebersamaan ini tidak hanya di photo saja. Harapannya apapun permasalahan yang ada di depan, tidak menjadikan kita goyah sedikitpun. Saya atas nama pribadi dan keluarga meminta maaf apabila ada kesalahan kami yang membuat kaliand sedikit berbeda dengan kami. 

Hitam dan Putih

Awan hitam itu muncul di permukaan
Dengan munculnya dia tiba-tiba alam menjadi gelap
Hening, sepi, hitam dimana-mana
Kehidupan yang awalnya hinar binar, ramaiii
Seakan lenyap dimakan awan hitam

Banyak yang ketakutan tak berani menampakkan dirinya
Mereka yang dulu selalu tampak, kini tiba-tiba bersembunyii
Seperti siput yang ketakutan
Penyesalan tinggallah penyesalan
Mereka kini menyadari betapa hitamnya mereka

Tiba-tiba awan hitam itu berubah
Menjadi sinar terang gemilang
Membuka harapan baru setelah penyesalan
Sinar itu seperti malaikat yang beterbangan
Yang menyinari air-air kehidupan


Puisi pertama saya sejak di Bali, telah lama saya tidak menulis lagi. Puisi ini salah satu puisi yang saya bikin saat ada dia, iya dia semangat dan lawanku.

@for NB

Ketegasanmu tertutup oleh keluguanmu
Kemahiranmu tertutup oleh kondisimu
Keinginanmu tertutup oleh sekitarmu
Bagaimana caramu menutupi semua itu??

Dingin sikapmu, mengalahkan dinginnya kota Bangli
Kebaikanmu, seperti sinar bintang di malam hari
Yang selalu menyinari kegelapan
Menahan amarah malam karena hangatnya senyum sikapmu
Tapi, itu semua hanya segelintir yang terlihat darimu

Dirimu seperti putri malu yang terlalu malu
Seperti orang gagap yang langsung bergerak setelah dihertak
Bahkan seperti kuda lumping yang kesurupan saat menerangkan
Itulah dirimu dengan berbagai sudut pandang


Dia adalah teman, musuh, kerabat, guru, murid, saya. Dia yang mengajarkanku tentang betapa indahnya kepolosan dan kesederhanaan. Dia yang membuat saya terus berupaya membuat perubahan dalam hidup. Dia juga musuh saya, yang membuat saya sering iri dengan segala prestasinya. Dia juga orang yang membuat saya melakukan rutinitas yang sama sekali tidak saya suka, namun dia dengan sabarnya menasehati dan memberi contoh bahwa rutinitas yang saya benci itu banyak manfaatnya. Namun, dia juga yang telah membuat beribu rasa gemetar, curiga, dan pohon waru hadir saat bersamanya. 

Puisi "Malin Kundang"

Pengarang kelahiran Jawa ini, besar di pulau Dewata Bali, hadir dengan nama khas Bali yang sarat makna, dan memulai lagi kegemarannya akan sastra. Banyak hasil karya yang dibuat, mengkisahkan tentang cinta, perjuangan, dan beberapa kisah hidup yang ditulis dalam sajak puisi seperti di bawah ini :)) selamat membaca :)


Cerita guru-guruku
Di masa kanak-kanakku
Memahamkanku akan arti ketaatan dan kedurhakaan

Seperti kisah si Malin yang terkenal
Karena rasa malu pada pasangannya
Karena kekayaannya
Karena harkat strata sosialnya
Dengan hati tertunduk namun muka mendongak 
Mengingkari ajaran mulia leluhurnya
Mengingkari ibu, tempat asal dan besarnya
Maka si Malin pun membatu di tepi lautan

Alegori yang indah
Metafora yang filmis
Kekal diingatan

Makna yang sungguh dalam
Petunjuk yang implikatif
Kadang terlupa
Sering terlupa
Kadangkala, selalu terlupa

Nusantara adalah negerinya orang-orang yang santun
Negeri yang ramah, bersahaja
Mengutamakan gotong royong
Suka menolong dan rela berkorban untuk bangsanya
Jelas tertulis di kurikulum tahun 1984
Juga di brosur-brosur pariwisata

Hari ini
Lihatlah sekeliling, bacalah berita
Seperti itukah adanya
Atau sebaliknya

Di penghujung malam yang sunyi dan damai
Aku tertunduk dalam renungan
Mengingat betapa mantapnya kami menganggung pada pak guru
Mengiyakan metafora filmis yang didongengkannya

Semoga cermin di kamarku ini cukup besar
Supaya gambar utuhku bisa jelas olehku
Supaya gambar utuhku ini bisa jelas olehku
iya. . .  semoga gambar utuhku ini, bisa terlihat jelas olehku

Aku. . .  bangsa yang dulu macan asia
Aku. . . negeri yang kaya alamnya
Santun, ramah, dan dermawan orang-orangnya
Aku. . . negeri yang adil para pemimpinnya
Tenteram damai dan sejahtera rakyatnya
Aku. . . gambaran nirwana yang hijau teduh di bumi ini
iya. . . aku, kami, kita . . .  bangsa nusantara ini

Cerita dan sejarah indah itu adalah masalalu
Cerita dan kisah indah itu adalah harapan masa depan
Cerita dan kisah indah itu adalah energi perjuangan sekarang

Sekarang
Di depan cermin besar di kamar sunyi di ujung malam
Aku bertanya
Kenapa negeriku sekarang seperti ini?
Apakah kami durhaka pada sang Bapak Angkasa
Tidak patuh pada ajaran Tuhan Yang Esa?
Seperti anak nakal yang pakai aturan sendiri
Lalu dihukum oleh Yang di Atas, Bapak Angkasa, Tuhan kita Yang Esa

Sekarang
Di depan cermin besar di kamar sunyi di ujung malam
Aku bertanya
Kenapa negeriku sekarang seperti sekarang ini?
Apakah kami durhaka pada Ibu Pertiwi?
Bumi yang mengandung, tempat lahir dan tumbuh kami
Bumi sang Ibu tempat kita berpijak dan bersandar
Iya kami anak nakal yang salah bersikap pada ibu kita semua
Bumi ini, alam ini, lingkungan tinggal kita ini

Ohhh rupanya di Malin Kundang itu adalah aku
Malin Kundang itu adlah kami
Adalah kita, Nusantara ini
Negeri yang durhaka pada Bapak Angkasa, Tuhan Yang Esa
Negeri yang durhaka pada Ibu pertiwi, bumi alam lingkungan

Si Malin telah dikutuk menjadi batu
Aku bangsa yang diam membatu
Dimata dunia tiada berkata apa-apa
Kami bangsa yang diam membatu
Batu besar yang dipecah dan dipalu bangsa lain
Batu alam yang dipahat dan dipajang
Batu kali yang dijadikan gedung bangsa lain
batu karang yang terhempas badai lautan dunia

Karena durhaka pada Bapak Angkasa
Karena salah pada Ibu Pertiwi
Sekarang aku menjadi batu

Aku tanah yang tandus, kering dan panas
Mendamba angin yang membawa awan
Menurunkan air kehidupan, hujan dari angkasa
Yang menyirami bumi tiap hati ini
Menumbuhkan aneka tanaman 
Menghijaukan alam lingkungan ini

Ohh Bapakku yang di Atas sana
Wahai Ibu Pertiwi yang terkasih
Perkenankanlah kami para Malin Kundang ini
Kembali menjadi anak-anakmu yang manis dan penurut
Perkenankanlah kami untuk kembali
Ijinkanlah kami memulai dari hal kecil, setitik debu ini
Belajar tentang ajaranMu
Berbakti pada negeri
Berbagi untuk sesama
Ampuni kami
Sayangilah kami kembali


Inilah pengarang puisi tersebut :))

Senin, 03 Desember 2012

Nasehat Liang Lahat #part1


Karena kehidupan selalu berawal dari mimpi yang sangat tinggi dan sulit untuk dicapai.
Hidup adalah hal yang amat berharga di alam semesta ini dolor.
Hidup juga kenyataan yang pahit, manis, susah, senang, suka dan duka yang selalu kita alami dipertanyakan.
Akankah kita bisa menikmati dan menjalani hidup yang fana ini !!!!
Siapakah yang menjawab Tanya ini ?????
Ehhhhhmmmmmm . . . .
Oleh karna itu nikmatilah hidupmu selagi kamu mampu untuk mengucap “Puji Syukur” pada sang pencipta atas hidup yang telah kamu peroleh dari-Nya.
Kuceritakan agar loe lebih tahu . . . lebih semangat . . . semangat mengerti . . .
Jangan biarkan hidupmu dengan keputus asaan, tetaplah semangat.
Jangan pernah loe mengeluh dalam kehidupan ini.
Tapi tunjukkan kesuksesanmu kemudian hari kepadaku.


(Penyemangat dari Liang Lahat)

Nasehat Liang Lahat #part2


Mungkin kita bisa dipertemukan dengan cinta.
Tapi kita tak bisa dipisahkan oleh takdir.
Kita tak bisa merubah atau memutar waktu kembali.
Mungkin kita bisa diam dalam keresahan, ketika orang yang kita sayangi pergi meninggalkan kita.
Rasa kesal, marah, sedih, yang selalu menghampiri kita.
Kita jangan pernah menyesal, walau kini dia tak disamping kita.
Kita harus rela karena mungkin dia dah nemuin kebahagiaan yang dia cari, yang mungkin tak ada dalam diri kita.
Yakinlah selalu bahwa Tuhan kita maha adil, jika dia yang sudah jauh dari kita bisa bahagia dengan orang lain, pastilah kita nantinya akan lebih bisa bahagia dengan orang lain pula.
Jalan masih panjang, jangan sampai terhenti oleh masalalu.
Biarkan masalalu tetap hidup namun sebagai kenangan dan pelajaran.


                                                                                    (Kata penyemangat dari Liang Lahat)

Jumat, 13 Juli 2012

Untukmu Sahabatku

Kita jalin sebuah kebersamaan, dan lama-lama menjadi sahabat
Sahabat yang lebih dari sebuah pertemanan
Kita ada untuk saling melengkapi
Bahkan apa yang aku punya, ku bagi denganmu
Dengan harapan kita saling berbagi
Kadang aku iri akan kelebihanmu
Tapi itulah sahabat . . .
             Hingga tiba saatnya . . .
             Saat dimana aku tahu sosokmu
             Sosok yang begitu baik didepanku
             Selalu memberiku semangat saat ku jatuh
             Selalu menenangkanku saat marah
             Tapi itu semua indah di depanku . . .
Diam-diam kau menusukku dari belakang
Kau ternyata bermain dengan orang yang kusuka
Kau mengambilnya dariku . . .
             Kini . . .
             Kurelakan semuanya . .
             Demi kebahagiaanmu dan dia . . .
:)

Sabtu, 07 Juli 2012

Apa Salahku ????


Apa Salahku?

Aku lebih akrab dengan kak Dimas setelah kejadiaan ledekan itu. Aku juga tak menyangka kenapa aku bisa akrab, walaupun keakraban itu cuma lewat sms. Aku juga tahu klo Kak  Dimas udah punya pacar, so keakrabanku hanya sekedar cerita singkat saja.

Klo di skull Kak Dimas jarang nyapa aku takutnya pacarnya ntar marah. Waktu ada gosip itu aja dia cemburu apalagi ntar klo tahu aku gobrol sama Kak Dimas. My plends juga udah tahu siapa pacar kak Dimas. Dia adalah Mbak Listiana, teman sekelas kak Dimas. Mereka sama-sama pendiamnya. So, waktu mereka jadian banyak yang nggak tahu klo mereka udah pacaran.
Ada satu gosip lagi yang datang padaku. Gosip ini di buat sama pembina Pramukaku. Yaitu dia jodohin aku sama Kak Fathir. Bener sih dulu aku pernah tenang klo deket sama dia. Aku deket sama Kak Fathir lewat sms,waktu itu dia soo sweet banget kata-katanya. Sampai aku ndiri kaget lho...Perasaan itupun tumbuh, aku tak tahu apakah rasa itu. Kadang aku juga sebel sama sifatnya yang sok famous.
Dari sms kita slama ini sebenarnya ada rasa antara Kak Fathir sama aku. Dari tatapan dia, omongannya dia ke aku. Tapi kita sama-sama malu. 

 Apa salahku kau buat begini... kau tarik ulur hati ku hingga sakit yang ku rasa... apa memang ini yang kamu ingginkan..tak ada sedikitpun niat tuk serius kepadaku..(d’masiv:apa salahku).

Dan di saat kurasakan kebahagiaan,ketenangan klo ada Kak Fathir, tiba-tiba kabar buruk ku dengar. Kak Dimas putus sama Mbak listiana..... Apa?????????   Pertanyaan-pertanyaan pun mulai ku tanyakan sama kak Dimas. Mulai dari penyebab putus mereka sampai apa ada hubungannya sama aku. Tapi kata kak Dimas ini masalah intern merka berdua. So aku nggak berani tanya lagi.



1 minggu setelah putusnya Kak Dimas. Aku di panggil sama pembina Pramukaku. “Eh..dina ngawur kamu masak Dimas putus sama pacarnya”; kata dia. “Eh.. kak mereka putus nggak ada hubungannya sama aku; bentak ku. “iya,din coz dimas udah pindah ke lain hati”tambah dia. “Ngawor ae”;imbuh ku.  Aku nggak suka klo aku di ikut campurkan sama urusan orang laen. “Kenapa aku yang di salahkan”??????????
Sekian bulan aku menunggu ternyata Kak Fathir nggak pernah ngungkapin perasaannya ke aku. Aku juga nggak maksa dia buat ngungkapin perasannya ke aku. Sampai akhirnya aku putusin untuk pergi dari dia. Agar aku nggak ngerasain kesakitan ini, kegundahan ini, dan keinginan ini. Aku menjauh dari kehidupan Kak Fathir, setiap ada dia aku menjauh. Aku juga tak sms dia lagi. Aku tahu mungkin caraku ini Salah, tapi aku tak mau sakit.
Aku tahu Kak Fathir juga ngerasain keganjilan ini. Sampai-sampai dia nanyain ke aku. Tapi aku cuma bisa bilang.. nggak ada apa-apa kok. Mulai saat itu aku dan Kak Fathir mulai menjauh. Mungkin ini yang terbaik untuk kita bersama.
“Sekarang, ini salah siapa”??????????

Senin, 07 November 2011

Pantai Pancer


PANTAI PANCER

Pamanku pergi begitu cepat meninggalkan kita. Sampai kami tak percaya akan kepergiannya. Betapa sedihnya Bibi ditinggal oleh oramg yang sangat ia sayangi. Bibi serasa kehilangan separuh jiwanya dalam kehidupannya.
100 hari setelah kepergian Paman, Bibi berencana untuk pulang ke kampung halamannya di Banyuwangi. Bibi ingin memulai kehidupan baru di sana. Aku seperti anak Bibi sendiri, so aku diajak kesana. Untunglah Orangtuaku mengizinkan. Pasti Nenek senang karna tak kesepian lagi.
Saatnya pergi ke ujung Jawa Timur. Rasanya berat sekali meninggalkan semuanya. Tapi ini sudah keputusan, aku tak mau mengecewakan Bibi, yang selama ini telah membantu kami.
Banyuwangi terkenal akan keindahan Pantainya. Hal ini yang membuat aku penasaran, maklumlah kebanyakan tinggal di Pegunungan. Dan Bibi akan membuka usaha warung kecil-kecilan di Kota ini. Hitung-hitung buat kehidupan kita ntar. Nenek senang banget akan kedatangan kami. Nenek menyuruhku untuk jalan-jalan di pantai. Tahu aja nenek kalau aku ingin kesana.
Setelah bangun tidur aku bergegas untuk ke pantai melihat matahari terbit di sana. Pantai tak jauh dari rumah, dengan sepeda pancal aku pergi ke pantai. Aku duduk sambil menunggu matahari terbit. Ternyata tak hanya aku yang menunggu matahari terbit, di seberang sana juga duduk seorang cowok yang ngelakuin hal yang sama denganku. Ternyata indah pemandangan di sini.
Hari ini hari pertama aku dan Bibi membuka warung. Rujak cingur, tahu telor, es campur menu yang kami jual di sini. Dengan dibantu Ratna, kita bekerja di warung ini. Ratna adalah tetenggaku. Dia seumuran denganku. Kita juga sama-sama habis lulus sekolah.
Mungkin masih hari pertama, so warung belum cukup ramai. Alhamdulillah cukup buat hari esok. Aku mulai suka dengan kota ini. Aku tak menyangka akan ada di sini. Mungkin aku akan lama di sini, coz kerjaan batu dimulai.
Waktunya matahari terbenam, kebiasaanku pun dimulai. Sudah dua bulan ini aku ngelakuin kegiatan ini.
“Matahari selalu beredar sesuai garis edarnya. Dan dia tak pernah keluar dari garis edarnya. Meskipun sinarnya menyengat, tapi dia memiliki keindahan luar biasa bagi yang melihatnya”. Tiba-tiba ada suara itu , aku toleh dia, dia hanya tersenyum dan langsung pergi. Aku juga mengiyakan omongannya dia tadi.
Ratna banyak bercerita tentang keindahan kota ini. Dan ternyata Pantai yang selama ini ku kunjungi bernama Pantai Pancer. Aku baru tahu . . . . J Aku sangat menikmati cerita Ratna. “Eh Rahmi, kalau kota kamu gimana?”. “Kotaku termasuk kota dingin di Jawa Timur. Dan aku tinggal di daerah Pegunungan. Bagus pokoknya. Kapan-kapan aja kamu aku ajak ke sana”.
Malam ini bulan Purnama. Aku ingin lihat suasana Purnama di Pantai. Aku ajak bibi ke pantai, biar tidak bosan dengan rutinitas di warung. Dan cowok itu juga ada di Pantai. Aku heran dia itu penghuni Pantai, atau ngelakuin hal yang sama denganku.
“Laut memberikan kehidupan pada manusia. Memberikan berkah yang luar biasa pada manusia. Tapi, laut juga bisa membuat kesedihan pada manusia”. Seperti biasa dia langsung pergi begitu aja.

Warga pada lari ke pantai . mereka mau mengambil ikan di pesisir pantai. Laut lagi surut. Ku lihat juga semut pada naik ke atap rumah. Firasatku tak enak sekali. Ku panggil Bibi dan Nenek untuk ngelihat kejadian ini. Tiba-tiba gelombang laut naik begitu cepat. Aku bingung ada apa ini. Aku berteriak pada warga untuk lari. Tiba-tiba ada yang menarik tanganku dan kita lari ke bukit.Bibi dan Nenek sudah lari duluan. Gelombang laut begitu cepat ke permukaan, banyak yang tak sempat menyelamatkan diri.  
Ternyata cowok yang di pantai yang menarik tanganku. Aku sangat berterimakasih padanya. Gelombang itu ternyata gelombang TSUNAMI. Nama yang sangat asing di telinga kita. TSUNAMI ini yang pertama di kota ini, bahakan di negaraku. Banyak korban akibat TSUNAMI ini. Bahkan sahabatku Ratna, ikut jadi korban. Puji syukur, Bibi dan Nenek selamat. Kita semua sedih bahkan tak percaya, laut yang selama ini menjadi sahabat kita, tiba-tiba menjadi musuh dalam sekejap.   
“Suwun yow mas”; ucapku pada cowok itu. Dia hanya tersenyum, lantas pergi meninggalkanku. Aku tahu musibah ini membuat orang di sekitarku, bahkan aku trauma untuk ke pantai. Anak-anak kecil setiap saat menangis sekencang-kencangnya akan apa yang mereka alami. Semua sedih, keluarga mereka banyak yamg menjadi korban, dan ada juga yang tak jelas keadaanya.
Kesedihan tak selamanya dibayar kesedihan. Di bilik lain kulihat keceriaan. Ternyata cowok itu yang melakukan. Dia mengumpulakn anak-anak untuk bernyanyi, bermain bersama. Kulihat saja mereka. Tapi dari lubuk hati terdalam, Intuisiku mengajak untuk bergabung. Dan ternyata kesedihan ini sedikit terobati. Dia memberikan  senyuman termanisnya padaku, karna mau membantu.
Waktunya menunggu matahari terbit. Aku ingin ke pantai melihat keindahannya yang mungkin tak seindah dulu. Sesampainya di sana, tempat yang biasa ku tempati, telah di tempati seseorang.
“Kesini juga ternyata kamu?” Tanya cowok itu.
“Iya . . .”
Akhirnya kita terlibat perbincangan yang menarik.tentang hobbinya yang juga sama denganku. Dan musibah TSUNAMI yang kita alami.
“Dari tadi kita ngoceh terus, sampai belum kenalan, aku Dirga”.
“Aku Rahmi”.
Matahari telah terbit dan kita kembali ke pengungsian.

Ternyata Dirga punya jiwa social yang tinggi, itu terlihat saat dia jadi sukarelawan disini. Andai Ratna masih ada disini, akan aku ceritakan tentang Dirga padanya. Lamunanku terhenti saat Dirga juga menatap aku.
Hampir setengah tahun setelah bencana itu. Keadaan di kampung mulai pulih. Aku dan Bibi mulai membuka usaha kembali. Kini posisi Ratna kosong. Kita belum punya pengganti Ratna. Nelayan sudah mulai melaut lagi. Anak-anak kecil sudah bermain di pantai seperti dulu. Laut masih menjadi sahabat buat kita. Begitu pula dengan Dirga. Dia kini menjadi sahabatku, mungkin lebih dari sahabat. Aku tak tahu kapan dimulainya. Tapi yang terpenting kita saling melengkapi.


Minggu, 27 Maret 2011

The Last Day for Live

Diheningnya malam ini aku tertegun membayangkan hari esok yang masih penuh dengan misteri. Apakah esok hari yang menyenangkan atau menyedihkan bagiku.
Tuhan menciptakan aku dengan kondisi fisik yang sehat. Semua masih terlihat sehat dari luar, tapi aku tak tahu yang di dalam bagaimana..?? Apakah rapuh ataukah kokoh..??
Kegiatan sehari-hariku hanya kusibukkan dengan kegiatan sosial. Karena aku peduli sama mereka. Aku tak tega melihat kondisi mereka yang jauh dari sempurna. Kegiatanku antara lain membantu para anak jalanan, membantu para korban bencana, sampai mengumpulkan donasi untuk para penderita kanker dan HIV/AIDS.
Untuk anak jalanan kita memberikan mereka pendidikan, agar mereka tidak ketinggalan dengan majunya era Globalisasi pada saat ini. Kalau ada bencana alam kita membantiu para korban supaya mereka tak terlalu trauma dengan bencana itu. Satu lagi yang membuat aku terenyuh adalah para penderita kanker dan HIV/AIDS. Mereka aslinya tak meminta penyakit itu, mereka bingung bagaimana cara mengatasinya.
Kanker dan HIV/AIDS adalah penyakit yang sangat berbahaya. Saking bahayanya bisa mengakibatkan kematian. HIV/AIDS belum ada obat untuk menyembuhkannya. Tapi tak tahu mengapa aku peduli sama para penderita itu.
“Mala... kamu istirahat sana, jangan terlalu capek ntar kamu sakit lho”; kritik Ibu padaku.
“Baik Bu...”; tak banyak omong aku langsung ngelakuin perintah Ibu.
Memang kegiatan ini menyita waktuku. Sampai aku lupa akan waktuku. Tapi bagaiman lagi aku terlanjur suka dengan pekerjaanku.
Hari ini aku mendapat tugas untuk meluluhkan hati pasien HIV/AIDS yang lagi frustasi. Dengan hati-hati aku hampiri dia. Tiba-tiba dia bilang.....
“Aku tak meminta penyakit ini kak, aku tak tahu mengapa Tuhan memberikannya padaku. Semua orang menjauhiku, kata mereka itu kutukan dari Tuhan. Tapi aku rasa aku tak pernah ngelakuin dosa yang terlalu berat selama hidupku. Aku bingung kak.....” keluh dia padaku.
“Kamu tak usah bingung, mungkin ini cobaan dari Tuhan buat kamu. Penyakit ini diberi oleh Tuhan supaya umat-Nya bisa menghadapinya dengan sabar, dan supaya ingat pada yang Kuasa. Kalo kamu masih beranggapan ini kutukan kamu salah. Pasti ada hikmah dari setiap masalah. Satu lagi yang mesti kamu tahu, kamu tak sendiri. Kakak-kakak disini datang karena peduli sama kalian semua”; kucoba kasih perhatian ke dia.
Dia adalah Nimas gadis berusia 12 tahun. Mulai kecil Nimas sudah mengidap HIV/AIDS. Karena waktu kecil dia dilahirkan dari Ibu yang juga menderita HIV/AIDS. Ibunya sekarang sudah meninggal.
HIV/AIDS adalah penyakit yang hanya bisa ditularkan lewat cairan darah,sperma,dan air susu Ibu. Bisa juga karena terkontaminasi jarum suntik bekas penderita HIV/AIDS. Banyak orang yang takut dengan si penderita. Berjabat tangan aja mereka takut. Makan bareng aja juga takut. Tapi selama kita tak terkena cairan si penderita kita takkan tertular.
HIV/AIDS belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Hanya ada antibodi yang bernama ARV (Anti Retro Virus). Antibodi ini cukup mahal. Antibodi ini hanya untuk memperpanjang umur si penderita dan untuk memperkuat kekebalan tubuh si penderita,bukan untuk menyembuhkan. Antibodi ini di minum selama si penderita hidup. Satu hal yang perlu diketahui bagi orang di sekitar penderita. JAUHI VIRUS nya BUKAN ORANG nya.
Hari ini aku lihat Nimas sangat bahagia. Dia terlihat menikmati harinya bersama teman-temanya. Dia bermain, bersendau gurau. Aku seneng ngelihatnya. Tiba-tiba Nimas menghampiriku.
“ Ternyata bener yah kata kak Mala, klo aku nggak sendiri. Masih banyak teman yang peduli denganku. Terimakasih yah kak...”
Nimas langsung memelukku, ku balas juga pelukannya.
Ternyata keceriaan itu hanya berselang satu minggu. Saat aku mendapat kabar kondisi Nimas sangat kritis, aku segera datang ke tempat karantina Nimas. Kulihat wajah sedih di matanya aku tak tega ngelihatnya.
“Kak terima kasih telah membuat hari-hariku indah meski itu tak lama. Aku bangga sama kakak-kakak semua. Dan kini biarkan aku pergi tuk menikmati hari indahku yamg abadi”.
Nimas...
Aku sedih banget ngelihat itu semua. Sampai aku meneteskan air mata.
Selamat jalan Nimas semoga kau tenang di sisi-Nya. Tuhan selalu bersamamu.

Harapan tinggallah Penyesalan

Dulu pesimis merasa ini takkan mungkin, berharap ini bukan cinta sesaatku....

Lirik lagu yang pas dengan suasana hatiku saat ini. Sebuah rezeki, yah menurutku ini sebuah rezeki. Aku yang culun, tak keren, pendiam, dan tak famous, bisa mendapatkan cewek yang cantik, famous, pokoknya siip deh.

“Wan, aku mau jadi cewekmu. Aku tak peduli apa kata orang, yang penting aku bisa bahagia dengan kamu” ; rayu Anggreini padaku.

“Tapi kenapa kamu memilih aku, padahal banyak cowok yang lebih dari aku. Aku hanya Wawan cowok super culun di sekolah ini” ; aku menjelaskan.

“Manusia itu tak ada yang sempurna, dari luar mungkin kamu biasa, tapi dalamnya kamu pasti luar biasa. Ku trima kau apa adanya”.

Aku hanya terenyuh dengar kata-kata Anggreini.

Akhirnya . . . .

“Yach. . . aku mau jadi cowokmu”.

Yupz, akhirnya aku jadian ma Anggreini. Sebuah rezeki bagiku, bayangkan aja diantara banyak cowok Anggreini lebih memilih aku.

Mungkin aku tak setampan Romeo aku juga tak berkelimang harta, namun tak ku sangka dapatkan dirimu, yang lebih indah dari seorang Juliet. Lagu Yovie & Nuno itu seperti yang kualami saat ini.

Aku masih nggak percaya dengan apa yang ku alami saat ini. Aku merasa ini seperti mimpi. Tapi ini kenyataan. Ku fikir lagi, kenapa yach Anggreini memilih aku, aku memang suka sama dia, tapi....???? Ah... buat apa aku mikir lagi, yang penting Anggreini sekarang milikku.

“Wan kamu bener tah udah jadian ma Anggreini” ; tanya Astrid padaku. Astri adalah satu-satunya cewek yang mau deket ma aku. Dia adalah sahabatku.

“Iya, aku jadian ma Anggreini, seperti mimpi aja”.

“Kamu bener tah jatuhin pilihan mu ke Anggreini”.

“Yupzz. . . “

“Ya udah, congratulation yach. . . “

“Matur thanks you”

“Eh. . . loe Wan sini. Loe itu cowok culun, nggak pantes dapetin Anggreini” ; bentak Soni cowok yang ngejar-ngejar Anggreini.

“Ta. . tapi kenyataannya, Anggreini jatuh cinta ma aku. Kamu ngapain syirik”.

“Awas aja loe, gua bikin hidup loe nggak nyaman. Ingat itu. .” ; ancam Soni.

Yach... beginilah nasib jadi cowoknya Anggreini.

“Hei, wan. . .”

“Eh kamu Anggreini apa kabar. . . ?”

“Baik wan, denger-denger kamu diancam yach ma Soni”

“Iya,gitu lha”

“Biar gua marahin dia ntar, apa sich maunya dia”

“Tak usahlah, maybe ini nasibku, bila jadian ma kamu. . .”

“Jangan gitulah Wan, jadinya aku nggak enak sendiri ma kamu, maaf yach klo bikin kamu nggak nyaman. . .”

“Yach udahlah, kita jalanin aja layaknya air mengalir. . .”

“Yupzzz, bener sekali. . .”

Astrid akhir-akhir ini kok nggak pernah main kerumah yach, ada apa dengan dia. . . aku ke rumahnya aja ah. . . .

“Eh. . kamu Wan, tumben maen ke rumah. . .”

“Iya nie, kangen aku ma kamu. . .”

“Gimana kabarnya Anggreini. . .”

“Baik, mangnya napa. . .??”

“Nggak, aku masih nggak percaya aja kamu jadian ma Anggreini. . .”

“Kenapa, kamu nggak suka dengan jadiannya aku ma Anggreini. Terserah kamu lha. Apa gara-gara itu kamu sekarang menjauh dari aku”.

“Aku nggak menjauh, tapi aku nggak enak ma Anggreini”

“Apaan sich kamu Astrid, kita itu sahabatan, masak gara-gara itu aja kamu menjauh dari aku”

“Gini lho Wan, aku takutnya Anggreini cuma mainin perasaan kamu”

“Ah kamu, apa-apaan sich, klo jealous ngomong aja. . “.

“Siapa yang jealous, aku cuma kasih tahu aja. . “

“Tahu ah. . semua pada nggak suka klo aku jadian ma Anggreini. Mangnya aku salah apa???. Udah aku pulang aja.”

“Ya udah, terserah kamu aja Wan . . .”

Anggreini selalu ngasih perhatian lebih padaku. Bahkan soal sepele aja dia perhatian banget.

Kring. . .Kring. . . aku langsung angkat telephon berharap dari Anggreini tersayang.

“Halo. . . “

“Mulai sekarang kamu harus menjauh dari Anggreini atao gua akan bikin hidup loe nggak nyaman”

“Maksud kamu apa. . .”

Tut. . . tut. . .tut. .

Hampir semua anak di skull tahu klo aku jadian ma Anggreini. Tapi banyak juga yang nggak percaya. Kadang klo ada waktu aku makan bareng ma Anggreini di kantin. Tapi anehnya, semua anak di kantin pada ngelihatin aku. Aku coba fine-fine aja.

Kejadian di rumah Astrid tempo hari, membuatku menjauh dari sobatku itu. Aku muak klo tiap ketemu dia yang di bahas Anggreini. . .Anggreini terus. Kayak nggak ada topik laen aja.

Bukan hanya Astrid yang bikin aku muak, teror itu juga bikin aku kesel. Aku duga ini ulah si Soni. Aku anggep ini cuma angin lalu, coz teror ini belum seberapa.

“Wan sini loe, semakin hari loe kok semakin ngelunjak aja. Aku udah ingetin jangan deket-deket ma Anggreini. Rasakan ini. . . .

Pluok. . .pluok. . . tamparan si Soni kena mukaku. Aku nggak hanya diam ku keluarin jurus silatku yang lama nggak aku pakai. Ku hajar juga si Soni. Darahpun keluar. . .

Tiba-tiba Amggreini datang dan ngelerai kita. . .

“Apa-apaan si loe Wan, kasihan dong si Soni”.

“Lho. . .kamu kok malah belain si Soni, yang mulai ini dulu si Soni”.

“Ah. . . bullshit pergi sana kamu Wan. . . “

Tak ku sangka Anggreini malah belain si Soni. Aku aslinya marah tapi, gimana lagi Anggreini salah paham.

“Anggreini maafkan aku, kemarin itu hanya salah paham aja”

“Aku juga minta maaf, karena nyalahin kamu”.

1 bulan sudah aku jadian ma Anggreini. Aku mau kasih hadiah ke Anggreini untuk hadiah 1 bulan jadian kita. Tiba-tiba. . . .

“Hebat loe Anggreini, bisa buat Wawan jatuh cinta ma loe. . . taktik loe bagoes bangettt. . . “

“Siapa dulu Anggreini gitu. Jadi aku yang menang taruhan ini . . . “

“0k lha, nie uang buat kamu. . .”

Ku dengar percakappan Aggreini ma temannya.

“Anggreini, jadi selama ini kamu cuma mainin aku”

“Hahahaha. . . makanya Wan, jadi orang ngaca dulu dong. . . loe itu nggak pantes buat aku”.

“Tega loe Anggreini. . . kulempar hadiah ke dia”.

Aku nggak menyangka ini terjadi dengan ku. Aku hanya Wawan nggak pantes dapetin Anggreini.

Tak lam dari kejadian itu. Anggreini jadian ma Soni. Aku hanya tertawa ngelihat itu. Dan bener apa kata Astrid aku nggak pantes dapetin Anggreini. Aku merasa bersalah telah menjauhi Astrid yang notabene adalah sahabatku sendiri demi seorang Anggreini yang. . . tau ah. . muak aku dengan dia.

Dan Astrid sahabatku yang baik telah pergi tuk mengejar cita-citanya. Aku bersalah tak dengerin omongannya. Penyesalan tinggallah penyesalan. Kini kubuka lembaran baru. Dan aku sadar sahabat segalanya. Dan aku kini lebih tahu arti persahabatan.

Astrid maafkan aku dan aku janji akan jaga persahabatan kita tuk selamanya. Thanks Astrid tuk semuanya. . . .

Diberdayakan oleh Blogger.
Powered By Blogger

Pengikut